Pendidikan Terbaik Melahirkan Generasi Terbaik

dakwatuna.com – Pendidikan merupakan faktor penting dalam kemajuan dan masa depan bangsa. Maju mundurnya bangsa, tinggi rendahnya harkat dan martabat bangsa, dapat dikatakan pendidikan yang paling menentukan. Pendidikan saat ini dihadapkan pada permasalahan yang belum terselesaikan. Oleh karena itu dibutuhkan satu sistem pendidikan yang mampu menyelesaikan semua masalah pendidikan. Pendidikan Islam diharapkan mampu menyelesaikan semua permasalahan dalam pendidikan.

Pendidikan Islam harus mengintegrasikan ilmu-ilmu yang dipelajari dengan Aqidah yang diyakini oleh orang beriman, atau harus berlandaskan aqidah. Sehingga akan terwujud tujuan dari pendidikan yaitu membangun kepribadian Islami, dan mencetak generasi yang handal yang menguasai ilmu-ilmu agama dan sains teknologi. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan suatu metode pengajaran yang efektif, yaitu penyampaian (khithab) dan penerimaan (talaqqi) pemikiran dari pengajar kepada pelajar. Politik pendidikan Islam didasari pada sebuah kesadaran pemerintah akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengayom atau pelindung umat, oleh karena itu pemerintah berkewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan secara gratis dalam arti tidak mengambil dana dari rakyat. Pemerintahan yang dimaksud adalah Khilafah Islam. Ada perbedaan yang mendasar antara pendidikan umum dan pendidikan Islam yaitu dari asas yang melandasi lahirnya kedua sistem pendidikan tersebut. Pendidikan umum lahir dari sistem hidup sekuler, sementara pendidikan Islam lahir dari aqidah Islam.

Realitas Pendidikan Nasional

Dewasa ini dirasakan ada keprihatinan yang sangat mendalam tentang dikotomi pendidikan. Di dalam dunia pendidikan, dikenal ada dua macam pendidikan yang dikenal saat ini, yaitu pendidikan agama dan pendidikan umum. Terbukti dengan adanya sekolah agama dan sekolah umum, fakultas agama dan fakultas umum. Kemudian muncul kesan yang sangat kuat bahwa pendidikan agama berjalan tanpa dukungan sains teknologi dan keahlian, sebaliknya pendidikan umum berjalan tanpa sentuhan agama. Hal tersebut berimplikasi pada out put pendidikan. Pendidikan umum menghasilkan orang-orang yang pintar ilmu kehidupan tetapi tidak bermoral, sementara pendidikan agama menghasilkan orang-orang yang mengerti agama tetapi gagap teknologi.

Proses pendidikan yang dijalankan selama berpuluh-puluh tahun di Indonesia, ternyata masih banyak persoalan yang dihadapi oleh pendidikan nasional. “Sedikitnya ada tiga pokok permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini, yaitu: pertama, kurangnya pemerataan kesempatan pendidikan. Kedua, rendahnya tingkat relevansi pendidikan dengan kebutuhan. Ketiga, rendahnya mutu pendidikan.”[1]

a. Kurangnya pemerataan kesempatan pendidikan.

Kesempatan untuk memperoleh pendidikan tidak bisa diakses oleh semua kalangan dan pada semua jenjang pendidikan. Kesempatan untuk memperoleh pendidikan sampai saat ini masih terbatas pada jenjang Sekolah Dasar.

Data Balitbang Departemen Pendidikan Nasional dan Direktorat Jenderal Binbaga Departemen Agama menunjukkan Angka Partisipasi Murni (APM) untuk anak usia SD hanya mencapai 94,4% (28,3 juta siswa). Pencapaian ini termasuk kategori tinggi. Angka Partisipasi Murni Pendidikan di SLTP masih rendah yaitu 54,8% (9,4 juta siswa). Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas. [2]

Dari data tersebut, dapat diketahui bahwa pendidikan masih belum merata di kalangan penduduk Indonesia. Terutama pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pendidikan hanya baru bisa dirasakan pada tingkat pendidikan dasar saja. Hal itu terlihat dari angka partisipasi murni pada tingkat Sekolah Dasar yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka partisipasi murni pada jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Partisipasi akses pendidikan yang rendah ini lebih disebabkan karena kondisi ekonomi rakyat yang rendah, tidak mampu membiayai pendidikan yang sangat tinggi atau mahal. Sekalipun saat ini ada propaganda pendidikan gratis ternyata tidak seperti yang di propagandakan. Tetap saja ada biaya yang harus dibayar oleh peserta didik.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh harian Kompas tanggal 9 Juni 2003 menyebutkan, “bahwa 42% responden berpendapat bahwa biaya sekolah di SD saat ini sangat mahal. Kemudian 45% menganggap biaya SMP saat ini mahal dan 51% menyatakan biaya SMU saat ini mahal. “[3]

Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan saat ini tidak murah, dan hal tersebut berimplikasi pada lemahnya kemampuan rakyat untuk mengakses pendidikan.

“Data dari Depdiknas tahun 2000, sedikitnya 7,2 juta anak di Indonesia tidak mampu merasakan bangku sekolah, terdiri dari 4,3 juta siswa SLTP dan 2,9 juta siswa SD dan SLTA.”[4] Mengapa begitu banyak anak Indonesia usia sekolah tidak bisa merasakan pendidikan? Jawabannya bisa karena mereka secara ekonomi berada di bawah garis kemiskinan, sementara untuk bersekolah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sekalipun ada bantuan pendidikan untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), namun hal itu tidak bisa menyelesaikan persoalan pendidikan terkait dengan perluasan atau pemerataan akses pendidikan.

b. Rendahnya tingkat relevansi pendidikan dengan kebutuhan.

Jika bicara tentang relevansi pendidikan dengan kebutuhan, akan ditemukan bahwa pendidikan nasional masih rendah, hal ini bisa terlihat dari banyaknya lulusan yang menganggur. “Pada tahun 2001, jumlah penganggur muda Indonesia mencapai 6,1 juta orang atau ser 76% dari keseluruhan jumlah penganggur. Sementara pada tahun 2002, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai delapan juta orang.”[5] Itu artinya terjadi kenaikan jumlah pengangguran yang cukup signifikan.

Banyaknya lulusan yang tidak memiliki keterampilan menimbulkan masalah ketenagakerjaan tersendiri. Hal ini bisa saja terjadi karena materi yang ada dalam kurikulum pendidikan kurang fungsional terhadap keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja. Sehingga terjadi adanya ketidakserasian antara hasil pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Output pendidikan yang diharapkan bisa membangun negeri, ternyata kenyataannya tidaklah seperti yang diinginkan, karena banyaknya lulusan yang menganggur.

Data BAPPENAS yang dikumpulkan sejak tahun 1990 menunjukkan angka pengangguran terbuka yang dihadapi oleh lulusan SMU sebesar 25,47%, Diploma sebesar 27,5% dan PT sebesar 36,6% . . . menurut data Balitbang Depdiknas, setiap tahunnya sekitar 3 juta anak putus sekolah dan tidak memiliki keterampilan hidup sehingga menimbulkan masalah ketenagakerjaan tersendiri.[6]

Fenomena di atas menunjukkan betapa pendidikan nasional belum mampu untuk melahirkan generasi yang siap terjun ke tengah-tengah masyarakat, dalam arti ada ketidakserasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Hal tersebut disebabkan karena kurikulum yang materinya kurang fungsional terhadap keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja.

Dewasa ini sedang digalakkan sekolah kejuruan, agar peserta didik siap memasuki dunia kerja. Tetapi karena sekolah kejuruan ini membutuhkan biaya yang cukup besar, memang tidak mudah bagi rakyat untuk dapat mengakses kesempatan pendidikan kejuruan. Apalagi pemerintah juga terbatas dalam menyediakan sekolah kejuruan ini, karena membutuhkan biaya yang sangat besar.

Persoalannya, bukan menambah sekolah kejuruan yang banyak agar dapat menampung peserta didik lebih banyak sehingga peserta didik dibekali keterampilan untuk memasuki dunia kerja, tetapi bagaimana sekolah umum dapat menanamkan kemandirian kepada peserta didik, sehingga peserta didik memahami realitas kehidupan dan mampu menyelesaikan problematikanya.

c. Rendahnya mutu pendidikan.

Indikator rendahnya mutu pendidikan dapat dilihat dari prestasi siswa. Menurut laporan Bank Dunia (Word Bank) menunjukkan bahwa keterampilan membaca siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) berada pada peringkat terendah di Asia Timur. Lalu prestasi siswa SLTP dalam mata pelajaran IPA menempati urutan ke-32 dan matematika urutan ke-34 dari 38 negara. Soal daya saing, Indonesia menduduki ranking ke-37 dari 57 negara. [7]

Hal ini terjadi karena anak-anak Indonesia hanya mampu menguasai sedikit dari materi bacaan dan mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal pilihan ganda.

Persoalan bangsa ini terkait pendidikan tidak berhenti di sini, masih banyak persoalan pendidikan yang melilit bangsa ini.

Berdasarkan peringkat Universitas terbaik di Asia versi majalah Asia Week 2000, tidak satupun Perguruan Tinggi di Indonesia masuk dalam 20 terbaik. Dari 77 Universitas yang di survey di Asia Pasifik, ternyata Universitas Indonesia (UI) hanya mampu menempati peringkat ke-61 untuk kategori Universitas multidisiplin. Universitas Gajah Mada (UGM) berada di peringkat 68, sementara Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Universitas Airlangga (UNAIR) berada di peringkat 77 dan 75. Sedangkan Institut Teknologi Bandung (ITB) berada di peringkat 21 untuk Universitas sains dan teknologi, kalah dibandingkan dengan Universitas Nasional Sains dan Teknologi Pakistan. [8]

Selain itu, indikator lain yang menunjukkan kualitas pendidikan adalah turun naiknya Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia/IPM.

Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 pada tahun 1996, ke-99 tahun 1997, ke-105 tahun 1998, dan ke-109 tahun 1999. Menurut survey Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Data yang dilaporkan The World Economic Forum, Swedia, Indonesia memiliki daya saing yang rendah yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia.[9]

Saat ini Indonesia berada pada urutan 107 dari 177 negara, Indonesia jauh berada di bawah Singapura, Malaysia, Thailand dan bahkan berada di bawah Vietnam serta Palestina yang sampai saat ini masih berada di bawah pendudukan Israel. Padahal salah satu indikator keberhasilan pendidikan adalah senantiasa dikaitkan dengan naik turunnya Indeks Pembangunan Manusia. [10]

 Akar Masalah Pendidikan Indonesia

Sesungguhnya dewasa ini tengah terjadi krisis multidimensional dalam segala aspek kehidupan di tengah-tengah masyarakat kita. Terjadinya kezhaliman, kebodohan, ketidakadilan di segala bidang, kemerosotan moral, meningkatnya tindak kriminal dan berbagai penyakit sosial lainnya seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita.

Selama ini, yang diterapkan di tengah-tengah masyarakat adalah sebuah sistem yang dibuat oleh manusia, yaitu sistem sekuler, sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, yang secara otomatis memisahkan agama dari negara. Ketika sistem yang diterapkan di tengah-tengah masyarakat adalah sistem yang bukan berasal dari Tuhan pencipta manusia, alam semesta dan kehidupan, yang terjadi adalah kerusakan atau kefasadan.

Dalam sistem yang sekuleristik, lahirlah berbagai bentuk tatanan kehidupan yang jauh dari nilai-nilai agama, yaitu tatanan ekonomi yang kapitalistik, perilaku politik yang oportunistik, budaya hedonistik, kehidupan sosial yang egoistik dan individualistik, sikap beragama yang sinkretistik serta paradigma pendidikan yang materialistik.

Tatanan ekonomi kapitalistik berlandaskan asas manfaat, di mana kegiatan ekonomi digerakkan sekadar demi mencari keuntungan materi tanpa memandang sesuai dengan aturan Islam atau tidak. Hal ini lah yang juga memicu kesenjangan sosial yang cukup signifikan, antara si kaya dan si miskin, yang akhirnya memberikan peluang untuk berlaku kriminal. Kita melihat di berbagai media, saat ini angka kriminalitas yang ada melonjak tinggi.

Dalam tatanan budaya yang hedonistik, budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat adalah budaya yang jauh dari nilai-nilai Islam, di mana budaya tersebut adalah budaya yang hanya memuaskan nafsu jasmani semata. Hal inilah yang menjadikan moral generasi rusak. Kita melihat, bagaimana serang budaya dari Barat begitu gencar dilakukan, mulai dari musik, film, mode, makanan, bahkan gaya hidup Barat. Buah lainnya dari kehidupan yang sekuleristik adalah menggejalanya kehidupan sosial yang egoistik dan individulistik.

Selain itu, kehidupan yang sekuleristik telah melahirkan sikap beragama yang sinkretistik, yaitu sikap yang menyamadudukkan semua agama. Hal ini berbahaya, karena menganggap semua agama sama, sehingga keterikatan terhadap ajaran agama melemah.

Sementara sistem pendidikan yang materialistik telah terbukti gagal memanusiakan manusia. Di mana output pendidikan yang dihasilkan gagal membentuk manusia yang shalih sekaligus menguasai sains teknologi.

Sistem Kehidupan Sekuleristik

Persoalan pendidikan yang melanda dunia pendidikan negeri ini belum terselesaikan secara tuntas sampai ke akarnya. Terbukti output pendidikan kita masih sekuler, sekalipun menempuh pendidikan di lembaga pendidikan Islam. Ini berarti pendidikan telah gagal mewujudkan manusia yang sesuai dengan visi dan misi penciptaan manusia di muka bumi. Belum lagi terkait dengan pembiayaan pendidikan yang semakin melonjak tinggi, sehingga sulit dijangkau oleh kalangan menengah ke bawah. Dan masih banyak lagi persoalan pendidikan yang dihadapi oleh kita.

Permasalahan pendidikan yang kita hadapi disebabkan oleh sistem pendidikan yang sekuler, yang tidak menjadikan aturan Allah sebagai landasan pemikiran dalam pendidikan. Tetapi memisahkan agama dari kehidupan (sekulerisme). Oleh karena itu bisa dipastikan output pendidikan yang dihasilkan pun tidaklah sesuai dengan visi dan misi penciptaan manusia di muka bumi.

Sistem pendidikan yang sekuler ini telah terbukti gagal melahirkan manusia yang shalih sekaligus menguasai sains dan teknologi.

Sistem pendidikan yang sekuler ini tidak bisa dilepaskan dari sistem sosial politik yang diterapkan bangsa Indonesia. Karena sistem pendidikan hanyalah sub sistem dari supra sistem yang diterapkan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, seluruh kebijakan pendidikan sangat terkait dengan asas yang digunakan dalam Negara.

Pendidikan Integral

Sistem pendidikan yang diterapkan oleh Negara harus disusun dari sekumpulan hukum-hukum syara’ dan juga berbagai peraturan administrasi yang terkait dengan pendidikan formal. Hukum-hukum syara’ yang berkaitan dengan pendidikan formal ini terpancar dari aqidah Islam dan juga memiliki dalil-dalil syar’i, seperti mengenai materi pengajaran, pembiayaan pendidikan dan lain-lain. Dengan kata lain asas yang melandasi pendidikan adalah aqidah Islam.

Tujuan dilaksanakannya pendidikan adalah agar terwujud sumber daya manusia yang shalih dan juga cerdas dalam arti menguasai sains teknologi. Manusia yang shalih ini adalah manusia yang memiliki kepribadian Islam, di mana pola pikir dan pola sikapnya adalah Islami. Memiliki pola pikir Islam dan juga pola sikap yang Islam ini merupakan konsekuensi logis dari keimanan seseorang. Pola pikir Islam menuntut seseorang untuk menilai segala sesuatu berdasarkan aqidah Islam. Dia akan menentukan hukum terhadap sesuatu berdasarkan aqidah yang di imaninya yaitu aqidah Islam, dan tidak akan menentang dari ajaran Islam.

Sementara pola sikap Islam menuntut seorang muslim untuk berperilaku sesuai dengan aqidah Islam, dan tidak menyimpang dari ajaran Islam. Dia akan memenuhi kebutuhan jasmani dan nalurinya sesuai dengan arah pandang Islam. Sehingga ketika berbuat dia akan berhati-hati.

Metode pengajaran dalam pendidikan adalah penyampaian (khithab) dan penerimaan (talaqqi) pemikiran pengajar kepada pelajar. Hal ini mengandung pemahaman bahwa dalam pendidikan harus adanya interaksi antara kedua belah pihak yang terkait, baik dari pengajar maupun dari pelajar. Interaksi kedua pihak inilah yang nanti akan menentukan keberhasilan proses transfer pemikiran tersebut dari pengajar kepada pelajar. Metode pendidikan ini disusun dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan.

Dalam hal materi ajar, ada perbedaan antara ilmu pengetahuan dan tsaqafah. Dalam pendidikan menengah ke bawah, tsaqafah asing tidak diajarkan ke anak didik. Hanya tsaqafah Islam dan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan yang akan diajarkan ke peserta didik. Berbeda ketika memasuki perguruan tinggi, tsaqafah asing mulai diajarkan untuk dibongkar kerusakan dan kesesatannya.

Negara wajib menyelenggarakan pendidikan bagi setiap warga negaranya secara cuma-cuma. Tidak ada perbedaan bagi warga Negara yang beragama Islam maupun non Islam, baik kaya maupun miskin, semuanya memiliki hak yang sama sebagai warga Negara dalam hal pendidikan.

Negara juga harus menyediakan fasilitas pendidikan yang mendukung terlaksananya pendidikan dengan baik. Misalnya laboratorium, perpustakaan, gedung-gedung sekolah, kampus-kampus serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pendidikan.

Solusi Bagi Pendidikan Nasional

Krisis multidimensional yang dihadapi oleh negeri ini membutuhkan solusi fundamental, karena sesungguhnya berbagai krisis yang melanda adalah berpangkal dari sistem yang salah dan rusak yaitu sistem sekulerisme yang notabene adalah buatan manusia. Sekulerisme telah nyata-nyata bertentangan dengan fitrah manusia dan bertentangan dengan akal sehat.

Penyelesaian yang parsial hanya akan menambah pelik permasalahan yang dihadapi, tidak akan menyelesaikan masalah secara tuntas.

Oleh karena itu, solusi yang harus dilakukan adalah dengan mengganti sistem yang salah dan rusak tadi dengan sistem yang benar. Sistem yang benar adalah sistem yang berasal dari pencipta manusia, alam semesta dan kehidupan, yaitu sistem Islam, Sebuah tatanan kehidupan yang berdasarkan syariah.

Sistem Islam harus diterapkan dalam semua lini kehidupan, ini merupakan sebuah konsekuensi logis keimanan seorang muslim. Sistem Islam adalah sebuah sistem yang manusiawi, sistem yang akan melindungi semua umat manusia, tidak hanya orang Islam, tetapi juga orang non Islam, karena Islam merupakan rahmat bagi seluruh alam.

Indonesia mayoritas penduduknya adalah muslim, sehingga bukan suatu hal yang aneh jika diterapkan sistem kehidupan Islam atas mereka. Sistem Islam telah terbukti ampuh menyelesaikan berbagai problematika kehidupan manusia sampai tuntas.

Tidak bisa dipungkiri, sejarah membuktikan bahwa kegemilangan dan keemasan Islam terjadi ketika Islam diterapkan dalam semua kancah kehidupan. Oleh karena itu, solusi satu-satunya agar kehidupan berjalan sesuai dengan fitrah manusia yang menginginkan kehidupan berjalan dengan aman, makmur dan sejahtera, adalah dengan mengganti sistem sekuler dengan sistem kehidupan yang berasal dari Allah SWT, yaitu sistem Islam.

Sistem sekuler telah nyata-nyata merusak manusia, tidak sesuai dengan fitrah manusia, hanya melahirkan kesengsaraan yang terus-menerus. Berbeda dengan sistem Islam yang memberi ketenangan, kemakmuran dan kesejahteraan di bawah naungannya. Hanya dengan Islam, semua problematika kehidupan dapat terselesaikan dengan tuntas. Selain itu, menerapkan sistem Islam merupakan kewajiban bagi setiap orang yang beriman, ini merupakan konsekuensi yang harus diterima dari keimanannya kepada Allah SWT, sang pencipta manusia, alam semesta dan kehidupan.

Terlebih, penerapan sistem Islam merupakan suatu kebutuhan yang urgent di tengah keterpurukan negeri ini dilanda berbagai macam bencana kemanusiaan. Tidak ada solusi yang bisa diharapkan mampu menyelesaikan selain Islam. Pendidikan Islam merupakan pendidikan terbaik yang akan menghasilkan generasi terbaik untuk masa depan, yang memiliki kecerdasan dan keshalihan serta mampu memimpin peradaban mulia.

Kesimpulan

  1. Pendidikan merupakan salah satu bidang kehidupan yang sangat penting dalam memajukan bangsa, diperlukan upaya yang sungguh-sungguh untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, yaitu pendidikan yang mengintegrasikan ilmu-ilmu kehidupan dengan aqidah.
  2. Pendidikan integral berbasis aqidah Islam memiliki dua tujuan pokok, yaitu: Membangun kepribadian Islami, dan membekali kaum Muslim dengan tsaqafah Islam dan juga sains teknologi. Metode pengajarannya adalah penyampaian (khithab) dan penerimaan (talaqqi) pemikiran dari pengajar kepada pelajar. Materi pendidikannya dilandasi sepenuhnya oleh aqidah Islam. Politik pendidikan Islam didasari pada sebuah kesadaran pemerintah akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengayom atau pelindung umat, oleh karena itu pemerintah berkewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan secara gratis atau murah. Perbedaan antara pendidikan umum dengan pendidikan Islam adalah dari asas yang melatarbelakangi lahirnya kedua sistem pendidikan tersebut. Pendidikan umum lahir dari asas sekulerisme, sedangkan pendidikan Islam lahir dari aqidah Islam. Oleh karena itu, untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas adalah dengan mengintegrasikan antara pendidikan umum dengan pendidikan Islam, sehingga tidak dikenal lagi dikotomi pendidikan, dan Insya Allah akan melahirkan output pendidikan yang tidak hanya cerdas dalam ilmu dan sains teknologi, tetapi juga shalih, bertanggung jawab terhadap semua pihak. Inilah pendidikan terbaik untuk menghasilkan generasi terbaik.

Sumber: https://www.dakwatuna.com/2014/01/30/45538/pendidikan-terbaik-melahirkan-generasi-terbaik/#ixzz5A0qBsLUd

Inilah 11 Universitas Islam Terbaik di Indonesia

Seiring perkembangan jaman, banyak orang lebih menyukai bersekolah atau berkuliah di lembaga-lembaga yang juga mengajarkan agama. Kebanyak orang berpikir, kenapa tidak belajar ilmu umum dan ilmu agama sekaligus? Nah, karena itulah mulai banyak berkembang perguruan tinggi yang berbasis agama.

Bagi orang-orang yang beragama Islam tentu saja yang dicari adalah universitas dengan ilmu keislaman yang baik. Berikut beberapa daftar perguruan tinggi islam yang paling unggul di Indonesia.

Tapi perlu diingat, daftar ini tidak mutlak, karena banyak faktor yang menentukan keunggulannya. Bahkan kamu sendiri bisa menentukan perguruan tinggi yang paling unggul dalam daftar ini lho! Gak percaya? Coba deh ikuta voting di akhir artikel ini.

11. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel 

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel merupakan Instutit Agama Islam yang berada di Jl. Ahmad Yani No. 117, Surabaya. Saat ini IAIN ini dipimpin oleh Prof. Dr. Abd. A’La. IAIN Sunan Ampel ini memiliki beberapa fakultas, antara lain:

– Fakultas Adab dan Humaniora
– Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi
– Fakultas Syariah dan Hukum
– Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
– Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
– Fakultas Sosial dan Ilmu Politik
– Fakultas Psikologi dan Kesehatan
– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
– Fakultas Sains dan Teknologi.

Selain itu, IAIN Sunan Ampel juga menawarkan Program Sarjana S2 dan S3.

 

10. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Foto UIN Suka
 

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, atau yang sering disingkat UIN Suka, adalah Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) pertama di Indonesia. UIN Suka ini berlokasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai perguruan tinggi Islam, UIN Suka menawarkan banyak program studi yang berhubungan dengan syariat Islam. Namun dalam perkembangannya, UIN Suka juga memasukkan program studi umum juga lho. Ini terlihat dari fakultas-fakultas yang ditawarkan oleh UIN Suka berikut ini.

– Fakultas Adab dan Ilmu Budaya
– Fakultas Dakwah dan Komunikasi
– Fakultas Syariah dan Hukum
– Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
– Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
– Fakultas Sains dan Teknologi
– Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora
– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
– Program Pascasarjana

9. Universitas Islam Sultan Agung

Foto UNISSULA

Universitas Islam Sultan Agung atau yang lazim disebut dengan UNISSULA adalah sebuah perguruan tinggi swasta yang terletak di kota Semarang. UNISSULA berdiri sejak tahun 1962. Dengan moto besarnya “ Bismillah Membangun Generasi khaira Ummah”, UNISSULA selau berusaha memadukan antara kebutuhan dunia dan kebutuhan akhirat secara bersama-sama. Hal ini tercermin dari fakultas yang ditawarkan oleh UNISSULA.

– Fakultas Kedokteran
– Fakultas Hukum
– Fakultas Teknik
– Fakultas Ekonomi
– Fakultas Agama Islam
– Fakultas Teknologi Industri
– Fakultas Ilmu Keperawatan
– Fakultas Psikologi
– Fakultas Bahasa
– Fakultas Ilmu Komunikasi
– Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
– Fakultas Kedokteran Gigi
– Program Pascasarjana

8. Universitas Ahmad Dahlan

Foto UAD

Universitas yang akrab disingkat UAD ini adalah sebuat perguruan tinggi swasta yang terletak di Provinsi D.I. Yogyakarta. UAD sendiri memiliki 10 fakultas dan 1 program pascasarjana. Berikut daftar fakultas yang ada di UAD.

– Fakultas Agama Islam
– Fakultas Ekonomi
– Fakultas Farmasi
– Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
– Fakultas Hukum
– Fakultas Kesehatan Masyarakat
– Fakultas Matematika dan Ilmu Alam
– Fakultas Psikologi
– Fakultas Sastra, Budaya, dan Ilmu Komunikasi
– Fakultas Teknologi Industri
– Program Pascasarjana

7. Universitas Muhammadiyah Malang

Foto UMM

Universitas Muhammadiyah Malang atau UMM adalah perguruan tinggi swasta terakreditasi A dengan Nomor SK: 074/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013. UMM sendiri terletak di kota Malang, Jawa Timur dengan kampus pusat di Jalan Raya Tlogomas 246 Kota Malang. Universitas yang berdiri pada tahun 1964 ini berinduk pada organisasi Muhammadiyah dan merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di Jawa Timur lho. Untuk urusan program studi yang ditawarkan, UMM membaginya pada 10 fakultas ini.

– Fakultas Agama Islam
– Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
– Fakultas Ekonomi dan Bisnis
– Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
– Fakultas Teknik
– Fakultas Pertanian dan Peternakan
– Fakultas Hukum
– Fakultas Psikologi
– Fakultas Kedokteran
– Fakultas Ilmu Kesehatan
– Program Pascasarjana
– Pendidikan Profesi

6. Universitas Islam Negeri Walisongo

Foto UIN Walisongo

Universitas ini lebih sering disebut UIN Walisongo ataupun UIN Semarang. Hal ini karena letak dari perguruan tinggi ini adalah kota Semarang. UIN Walisongo sendiri memiliki 5 Fakultas dan 1 program pascasarjana. Berikut ini daftar semua fakultas yang ada di UIN Walisongo.

– Fakultas Dakwah dan Komunikasi
– Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam
– Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
– Fakultas Ushuluddin
– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
– Program Pascasarjana

5. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Foto UIN Malang

Universitas ini lebih deikenal dengan UIN Malang karena lokasinya yang berada di kota Malang, Jawa Timur. UIN Malang ini berdiri berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 50 tanggal 21 Juni 2004. Sejak saat itu universitas ini sangat berkembang hingga menghasilkan 6 fakultas berikut.

– Fakultas Humaniora dan Budaya
– Fakultas Ekonomi
– Fakultas Psikologi
– Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
– Fakultas Syari’ah
– Fakultas Sains dan Teknologi

4. Universitas Muhammadiyah Surakarta

Foto UMS

Universitas Muhammadiyah Surakarta atau yang juga disebut UMS adalah salah satu perguruan tinggi swasta di karisidenan Surakarta, tepatnya di wilayah Kartasura, Sukoharjo. Universitas ini bertekad mewujudkan kampus sebagai “Wacana Keil­muan dan Keislaman”, yakni mampu menumbuhkan budaya islami yang menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dilandasi nilai-nilai keislaman. Ini diwujudkan dalam fakultas yang dimiliki UMS berikut ini.

– Fakultas Kedokteran (FK)
– Fakultas Kedokteran Gigi
– Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK)
– Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
– Fakultas Teknik (FT)
– Fakultas Ekonomi (FE)
– Fakultas Hukum (FH)
– Fakultas Farmasi (FF)
– Fakultas Psikologi
– Fakultas Geografi (FG)
– Fakultas Agama Islam (FAI)
– Fakultas Komunikasi dan Informatika
– Program Pascasarjana

3. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Foto UMY

Sama seperti UMS, universitas ini adalah salah satu perguruan tinggi milik organisasi Muhammadiyah. Perbedaan keduanya adalah pada lokasinya. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta atau lazim disebut UMY berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta terakreditasi “A” dengan SK BAN PT No.061/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013. UMY sendiri memiliki beberapa fakultas, di antaranya:

– Fakultas Agama Islam
– Fakultas Ekonomi
– Fakultas Hukum
– Fakultas Isipol
– Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
– Fakultas Pertanian
– Fakultas Teknik
– Fakultas Pendidikan Bahasa
– Program Vokasi/Politeknik UMY (D III)
– Program Pascasarjana

2. Universitas Islam Indonesia

Foto UII

Universitas ini sering kali dikenal dengan sebutan UII. Lokasi Universitas berbasis keislaman ini adalah di D.I Yogyakarta. Pada tahun 2013, berdasarkan SK BAN-PT No. 065/SK/BAN-PT/AK-IV/PT/II/2013 UII berhasil meraih akreditasi institusi dengan nilai A, tertinggi di antara PTS seluruh Indonesia.  UII sendiri mempunyai banyak sekali program studi yang ditawarkan dan terbagi dalam fakultas-fakultas berikut ini.

– Fakultas Agama Islam
– Fakultas Ekonomi
– Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
– Fakultas Kedokteran
– Fakultas Hukum
– Fakultas Matematika dan Ilmu Alam
– Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya
– Fakultas Teknologi Industri
– International Program

 

1. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Foto UIN Jakarta

Universitas ini sering kali disebut UIN Jakarta, meskipun lokasinya berada di wilayah Tangerang, bukan di Jakarta. Universitas ini sudah berdiri sejak tahun 1957. Seiring perkembangannya UIN Jakarta mempunyai 10 fakultas. Berikut daftar fakultas yang ditawarkan oleh UIN Jakarta.

–  Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
–  Fakultas Ushuluddin dan Filsafat
–  Fakultas Adab dan Humaniora
–  Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi
–  Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Dirasat Islamiah
–  Fakultas Psikologi
–  Fakultas Ekonomi dan Bisnis
–  Fakultas Sains dan Teknologi
–  Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
–  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan
–  Program Pasca Sarjana.

Daftar Universitas Islam Terbaik di Dunia

Universitas atau perguruan tinggi yang dilandasi ajaran Islam sebagai konsep pembelajarannya, saat ini terus mengalami perkembangan, baik di dalam maupun di luar negeri. Sehingga muncul banyak universitas Islam yang berkualitas dari hari ke hari. Berikut di bawah ini adalah daftar Universitas-universitas Islam yang kualitasnya bagus dan di anggap sebagai universitas Islam terbaik di dunia.

  • 1. Universitas Al Azhar
Universitas ini sering menjadi tujuan bagi pelajar Indonesia untuk menuntut ilmu di Kairo Mesir. Universitas Al Azhar menjadi pusat utama dalam pengkajian Islam Sunni di dunia dan pusat pendidikan sastra Arab.
Universitas ini terkenal dengan kearsipan dan koleksi perpustakaannya yang terlengkap di Mesir. Selain itu uniknya fakultas-fakultas di Al Azhar dipisah antara sarjana putra dan sarjana putri.
  • 2. Universitas Al Qarawiyyin
Merupakan Universitas pemberi gelar akademik tertua di dunia yang didirikan sejak tahun 859 di Fes Maroko. Universitas ini telah menjadi pusat spiritual dan pendidikan terkemuka di dunia muslim.
Al Qarawiyyin mengambil peran dalam menghubungkan buadaya akademis Eropa dengan budaya ajaran Islam. Selain itu, universitas ini menjadi universitas Islam tertua di dunia.
  • 3. Universitas Islam Madinah (Islamic University of Madina)
Perguruan tinggi ini merupakan universitas yang berstatus perguruan tinggi negri di Madinah Arab Saudi.
Univeritas Islam Madinah didirikan atas perintah dari Raja Saud bin Abdul Aziz pada tanggal 6 September 1961 yang bertujuan untuk mempelajari keagamaan di Kota Madinah.
  • 4. Universitas Iskandariah
Universitas yang berlokasi di negara Mesir ini telah berdiri sejak tahun 1938 dan menjadi universitas terbesar kedua di Mesir. Di Universitas Iskandariah selalu dilakukan penelitian-penelitian dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan.
  • 5. Universitas Baghdad
Universitas ini didirikan di Kota Baghdad Irak pada tahun 1957. Universitas Baghdad merupakan universitas terbesar di Irak.
  • 6. Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud
Universitas yang didirikan pada tahun 1974 di Kota Riyadh, Arab ini merupakan universitas yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dengan tetap menegakkan syariat Islam dan menyediakan program sarjana dan pascasarjana.
  • 7. Universitas Mustansiriya
Salah satu universitas Islam tertua ini berdiri pada tahun 1963 di Baghdad Irak. Di Universitas Muntansiriya ini terdapat 13 fakultas sarjana.
  • 8. Universitas Islam Azad
Universitas terbesar ketiga di dunia ini memiliki 1,5 juta mahasiswa yang tempatnya di Ibu Kota Iran, Teheran. Universitas ini berdiri pada tahun 1982
Universitas Islam Azad merupakan universitas dengan jumlah mahasiswa yang banyak bahkan telah membuka 400 cabang di dunia seperti di Uni Emirat Arab, Inggris, Armenia, Tanzania dan lain-lain. Di Universitas ini, terdapat kantor berita mirip dengan ANA bernama Azad News Agency